RUMAH IBADAH: Dasar Edukasi Penyebar Perdamaian

Tempat ibadah adalah sebuah tempat yang digunakan oleh umat beragama untuk beribadah menurut ajaran agama atau kepercayaan mereka masing-masing. Tempat ibadah merupakan tempat yang sakral untuk kita lebih kushuk mendekatkan diri kepada sang maha Kuasa. Bahkan menjadi tempat persekutuan antar sesama umat untuk belajar tentang agama menyebarkan kebaikan .
Rumah ibadah semegah apapun, memberikan kedamaian dan kedalaman makna, kita tidak dapat menciptakan dan memelihara toleransi atau sikap menghargai dengan lingkungan sekitarnya. Rumah ibadah kadang hanya dijadikan sebagai tempat sarana untuk menciptakan suatu diskusi yang kurang merujuk kepada hal kebaikan.
Dengan hal itu, sudah banyak tempat ibadah hanya sebagai tempat eksistensi atau bahkan mengklaim keagamaan sepihak yang dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa. Bahkan tempat ibadah sudah rentan sebagai penyebaran berbagai propaganda atau bahkan penyebaran radikalisme yang semakin marak di negeri ini.



Jika penyebaran radikalisme dan provokasi sudah memasuki rumah ibadah dan memengaruhi pemikiran umat, maka potensi perpecahan yang ditimbulkan akan semakin besar. Orang-orang akan dipenuhi dengan pikiran negatif, kebencian, bahkan dendam dan amarah. Jelas ini bukan hal yang kita inginkan.
Menjadi penting untuk selalu menjaga rumah ibadah dari macam- macam paham, provokasi dan radikalisme yang justru merusak tali persaudaraan. Rumah ibadah bukan tempat untuk menyulut kebencian yang memecah belah masyarakat. Rumah ibadah seharusnya tempat kepentingan sarana edukasi penyebar perdamaian dan toleransi.
Rumah ibadah seharusnya menciptakan suasana aman, nyaman, tentram, sejuk, dan damai, sehingga orang semakin mudah menjalin kedekatan pada Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga menciptakan toleransi antar umat bahkan kepada seluruh masyarakat yang mempunyai keyakinan berbeda. Rumah ibadah mestinya menyerukan khotbah, ceramah, dan dialog-dialog reflektif yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat luas, sehingga setiap individu semakin menghargai, mempunyai rasa toleransi dan punya kesadaran tentang pentingnya menjaga persaudaraan, perdamaian, dan keharmonisan hidup bersama tanpa adanya pertikaian.
Untuk itu, marilah kita saling menjaga persatuan dan rasa toleransi dengan menolak radikalisme yang merujuk kepada aksi tetorisme yang semakin marak disetiap tempat ibadah. Ciptakan tempat ibadah sebagai tempat edukasi pembawa perdamaian tanpa adanya provokasi dan radikalisme menjelekkan suku, ras dan agama. Dengan demikian terciptalah rasa keadilan dan toleransi di Negara Indonesia.
penulis: Aruan

Respond For " RUMAH IBADAH: Dasar Edukasi Penyebar Perdamaian "

Tinggalkan Balasan

  • admin Admin 30 Juli 2018 01:53

    ,