Remaja Jadi Teroris ! Ini 5 Alasannya

Faktanya banyak kasus aksi terorisme bom di negeri Indonesia. Kebanyakan aksi teror bom dilakukan oleh kaum remaja bahkan anak- anak. Organisasi terorisme lebih menargetkan sasaran kepada anak- anak dan remaja karena sifat di usia tersebut masih labil, sifat keingintahuan lebih dan rentan terpengaruh oleh propaganda atau radikalisme oleh para- para teroris.

Kebanyakan aksi teroris melakukan propagandanya adalah dengan mengatasnamakan agama bahkan dengan cara memberi harapan atau janji- janji kepada sasarannya. Nyatanya semua itu hanya tipuan belaka.

Tak ayal lagi bahwa inilah masalah besar yang menjadi tugas kita untuk menyikapi tindakan aksi keji tersebut. Bahkan semakin berkembangnya teknologi semakin menguatkan jaringan terorisme. Bahkan terorisme tak pernah mati gaya. Tak pernah mati gaya dalam arti terorisme akan selalu kreatif dalam membuat siasat untuk mempengaruhi kaum remaja dalam melakukan aksi terorisme. Berikut 5 alasan anak muda menjadi teroris

  1. Mereka yang sedang mencari identitas

Banyak dari anak muda yang jatuh dalam organisasi teroris karena bagian mencari identitas dirinya. Studi the United States Institute fot Peache pada tahun 2010 bahwa 2., 32 para pejuang asing (foreign fighter) yang nergabung dalam jaringan al- Qaeda karena sedang mencari identitas.  Mereka masuk dalam jaringan teroris untuk sebagai proses jadi diri yang sedang mereka cari.

  1. Mereka yang Membutuhkan perasaan kebersamaan

Kelompok teroris pandai memanfaatkan remaja yang sedang galau, emosional atau yang sedang terasingkan oleh teman- teman bahka keluarga. Untuk itu para remaja terpengaruh dengan jaringan terorisme karena disana selain merasa menemukan jati diri, remaja juga mempunyai rasa kebersamaan, kepemilikan dan keterhubungan.

  1. mereka yang ingin memperbaiki apa yang di anggap sebagai ketidakadilan

Jaringan teroris selalu menyebarkan paham radikal  yang selalu menyalahkan kelompok lain dan menuntut keadaan sebagai keadilan. Remaja yang terpengaruh dengan radikal tersebut yang rentan dipengaruhi oleh remaja tersebut.

  1. Mereka yang mencari Sensasi dan Kegagahan

Menurut Studi the United States Institute for Peace mereka yang tergabung di jaringan teroris adalah mereka yang mencari sensasi dan kegagahan. Siapa mereka? Yaitu anak- anak dan remaja yang kecanduan video game kekerasan dan cerita heroic peperangan. Memilih terorisme untuk mewujudkan impiannya.

  1. Mereka yang menaruh simpati pada kelompok Radikal teroris melalui internet.

Media online yang menjadi salah satu menyebarkan jaringan terorisme dan merekrut para korban. Remaja menghabiskan waktu di media online dan bertemu dengan konten- konten yang provokasi dan menyebar kebencian. Yang sekedar pembaca pasif akan mulai simpati, dan aktif mendukung kelompok teroris

Dampak aksi terorisme adalah bukan hanya terhadap perekonomian, politik, agama dan pariwisata. Generasi muda juga sangat berdampak terhadap aksi terorisme tersebut. Generasi muda akan menjadi terpengaruh bahkan akan menjadi merasa tidak aman di negeri kita tercinta Indonesia bahkan akan menjadi memberontak.

Untuk itu sebagai generasi muda kita harus cerdas mencegah terorisme. Pencegahan terorisme bisa kita lakukan dengan menjunjung tinggi pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, menghargai satu dengan lainnya dan mempelajari agama dengan benar dengan meminta bantuan kepada guru, ustadz, dan pemukaagama untuk mengajarkan  mengasihi satu sama lain tanpa ,mengorbankan orang lain dan diri sendiri tanpa adanya terorisme.

Sebagai generasi muda kita harus cerdas dan cermat dalam membaca berita, artikel, serta menolak berita hoax. Karena terorisme sekarang terjadi karena adanya berita yang banyak memuat tentang radikalisme dan propaganda serta.

Untuk itu, ayooo generasi muda tolak terorisme yang menghancurkan kita dan ciptakan perdamaian dan bersatulah dan katakan TOLAK TERORISME.

 

Penulis : Marissa Aruan

Respond For " Remaja Jadi Teroris ! Ini 5 Alasannya "

Tinggalkan Balasan