MERAJUT KEBHINNEKAAN

Indonesia adalah sebuah bangsa besar dengan kekayaan yang melimpah ruah, mulai dari kekayaan akan sumber daya alam, kekayaan budaya dan sejarah. Sebuah bangsa yang hadir dan tumbuh bukan dari satu golongan saja, bangsa ini hadir atas kemajemukan yang bersatu padu untuk menjadi bangsa yang berdaulat. “Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu. Bhineka Tunggal Ika”, itulah semboyan Negara Indonesia sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat. Kebhinekaan adalah ciri khas bangsa dan menjadi satu kekuatan besar untuk bangsa ini. Bung Karno pernah mengatakan bahwa “Bhineka” merupakan das sein, sedangkan “Tunggal Ika” adalah das sollen. Cita-cita luhurnya adalah suatu saat nanti bangsa Indonesia dapat menjadi satu, sebagai bangsa yang homogen. Homogen disini menurutnya sebagai bangsa yang satu dalam demokrasi, satu dalam Negara hukum, satu dalam menegakan Hak Asasi Manusia, dan sebagainya. Belakangan ini tak jarang kita mendengar tindakan-tindakan yang kerap memecah belah persatuan dan melupakan kebinekaan negeri ini. Mereka telah lupa bahwa bangsa ini dimerdekakan bukan oleh satu golongan saja ataupun satu etnis tertentu. Perbedaan adalah hal biasa yang mewarnai kehidupan. Perbedaan memang pasti akan selalu ada, namun persatuan tetap dijunjung paling tinggi dalam bernegara. Kita tidak perlu menyatukan hal-hal yang memang sulit untuk disatukan, misalnya dalam soal-soal adat istiadat, kebudayaan, dan agama. Terkadang perbedaan bukan untuk dileburkan namun dibaurkan. Bhineka Tunggal Ika perlu dibina dan diwujudkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kita harus memahami bahwa masyarakat haruslah pluralis, terbuka bagi adanya perbedaan dan kemajemukan, siap menerima kenyataan bahwa orang lain, daerah lain, dan hal-hal lain yang tidak sama dengan dirinya. Perbedaan harus dapat di artikan sebagai sesuatu yang justru menguatkan. Perbedaan sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi saat ini, akan tetapi yang menjadi fokus seharusnya adalah bagaimana menjembatani perbedaan itu dan menciptakan persatuan. Menghindari perbuatan yang mendorong disintegrasi bangsa. perwujudan bhineka tunggal ika dilakukan secara harmonis dengan rasa persatuan dan demi tegaknya Negara hukum yang demokratis. Mewujudkan kebhinekaan dengan menegakkan konstitusi hukum yang menjamin kebebasan dan eksistensi setiap kelompok yang ada. Kelompok minoritas tidak didiskriminasi baik itu karena paham, sikap maupun agamanya. Kehidupan berbangsa tak ada artinya tanpa sikap idealisme dan kepedulian bersama. Toleransi beragama, solidaritas mewujudkan kebhinekaan diwujudkan dalam mengantisipasi gejolak dan konflik yang muncul di masyarakat. Perpecahan dan hancurnya persatuan bangsa akan timbul jika kebhinekaan dimaknai hanya sebagai slogan. Sejak awal bangsa ini merdeka pun dibangun diatas perbedaan suku, bahasa, agama, dan kebudayaan. Kualitas relasi beragama dalam kehidupan berbangsa haruslah tetap harmonis. Kehidupan politk pun dikonstruksikan kepada kesejahteraan masyarakat secara luas dengan arif dan bijak. Kebhinekaan dirawat dan dikembangkan untuk kemajuan bangsa sesuai dengan nilai-nilai luhur kita yakni demokrasi, musyawarah mufakat dan gotong royong. Konkretisasi nilai-nilai ini perlu terus diwujudkan dan dikembangkan agar tercipta kebhinekaan kita yang sesungguhnya.

Respond For " MERAJUT KEBHINNEKAAN "

Tinggalkan Balasan