+6282274310360
kreasidutadamai@gmail.com

Pemuda Cerdas Melawan Radikalisme dan Terorisme

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti yang kita ketahui, incaran teroris untuk dijadikan tumbal adalah pemuda atau remaja. Mereka lebih senang mendoktrin remaja untuk ditanamkan pemahaman yang salah untuk mengikuti apa yang mereka kehendaki dan mereka rencakan. Kenapa remaja? Remaja cenderung berpikir labil dan mudah dipengaruhi.

Teroris biasanya membidik remaja yang memiliki pemahaman agama yang kurang. Maka dari itu untuk melawannya dan menolak ajakan teroris tersebut pelajari dan pahami agama agar teroris tidak bisa mendoktrin kita untuk terjerumus dalam rencana mereka. Apabila kita memiliki pemahaman agama yang kurang maka kita akan sangat mudah percaya dengan mereka dan alhasil kita jadi tumbal mereka untuk merencanakan dan menjalankan aksi mereka.

Maka dari itu kita sebagai pemuda harus cerdas memahami ajaran agama dan untuk itu kita memulainya dengan belajar pada guru atau ustadz yang mengajarkan perdamaian, toleransi dan anti kekerasan agar keyakinan kita tidak goyang dan mudah dipengaruhi oleh teroris atau kelompok terorisme.

Pemuda cerdas juga harus menanamkan pemahaman Pancasila. Kita landasi pemikiran kita dengan Bhinneka Tunggal Ika. Negara kita Indonesia yang mempunyai dasar Negara salah satunya Bhinneka Tunggal Ika. Negara kita juga bukan Negara yang dilandasi agama tertentu. Maka jika kita menemukan kelompok yang mengajarkan kebencian terhadap kelompok tertentu maka segeralah cepat-cepat jauhi kelompok tersebut karena tidak sesuai dengan dasar Negara kita.

Jadi teman-teman pemuda yang cerdas itu intinya memiliki setiap pemahaman yang benar. Maka dari itu terjauhilah kita dari kelompok teroris atau kelompok radikal yang ingin menghancurkan kita dan teman-teman kita lainnya. Selalu ingatkan teman terdekat dan saling memberikan informasi damai yang berguna untuk kedamaian kita sendiri dan Negara Indonesia.

Penulis

Muhammad Fauzan Lubis (Ozan)

Blogger Kreasi Duta Damai

Respond For " Pemuda Cerdas Melawan Radikalisme dan Terorisme "