+6282274310360
kreasidutadamai@gmail.com

Cegah Radikalisme, Diperlukan Kurikulum Bela Negara

Bogor pelajar | kreasidutadamai.id
Pertahanan Negara adalah sumbu utama untuk menangkal hal-hal negatif yang mungkin terjadi dalam menggoncang kedaulatan Negara. Landasan utama untuk menjaga kedaulatan Negara tersebut diantaranya dapat melalui pendidikan.
mHal itu dikatakan Rektor Universitas Pertahanan Letjen I Wayan Midhio disela penutupan Parade Cinta Tanah Air di Universitas Pertahanan (Unhan) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis (25/8).
Wayan menilai, radikalisme mulai mengancam anak bangsa yang merupakan masa depan bangsa Indonesia. Pendidikan terutama pendidikan tinggi dapat menangkal radikalisme yang dapat mengganggu keharmonisan, keberagaman, dan kedaulatan negara.
“Kurikulum bela negara tingkat perguruan tinggi sudah rampung dan sebagian kampus sudah menerapkannya,” katanya.
Ia menjelaskan, kurikulum Bela Negara terbagi dalam tiga hal, yakni dasar, inti dan tambahan. Pertama, bidang studi dasar dengan muatan wawasan kebangsaan, pembentukan sistem ketahanan semesta dan kepemimpinan. Muatan tersebut akan diberikan sesuai dengan jenjang pendidikan.
Kemudian untuk kurikulum inti, ada lima nilai yang diajarkan dan dapat diaplikasikan sesuai dengan lingkungan, pekerjaan dan pendidikan masing-masing, seperti cinta tanah air, rela berkorban terhadap bangsa dan negara, dan yakin pada ideologi negara.
Wayan mengatakan, konsep bela negara penting untuk diterapkan di setiap perguruan tinggi untuk menangkal paham-paham radikal yang diindikasikan sebagai akar persoalan terosisme.
Kata dia, selain kurikulum bela negara, Kementerian Petahanan meminta pemerintah daerah dapat membuat kader bela negara. Adanya kader bela negara merupakan implementasi dari kurikulum bela negara.

Respond For " Cegah Radikalisme, Diperlukan Kurikulum Bela Negara "